Ganjar Resmikan Pilar Perdamaian di Surakarta

Berita Kelurahan Tipes
Ganjar Resmikan Pilar Perdamaian di Surakarta
Oleh: Admin Kategori: Surakarta Tayang: 13 November 2021 Tag: #,

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menghadiri dan meresmikan Pilar Perdamaian The Water of Peace dan Deklarasi Kelurahan Damai di Tipes, Serengan, Kota Surakarta, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menghadiri dan meresmikan Pilar Perdamaian The Water of Peace dan Deklarasi Kelurahan Damai di Tipes, Serengan, Kota Surakarta, Sabtu, 9 Oktober 2021.


 “Bagus sekali ya, kalau seluruh desa kita bisa bikin kegiatan seperti ini maka insyaallah desa-desa itu akan jauh lebih nyaman, mereka akan rukun. Dan, di Tipes, Solo ini menjadi contoh,” ujarnya.

Kerukunan tersebut, imbuh Ganjar, memberi hasil positif pada pembangunan di Indonesia. “Kalau kemudian setiap desa ini bisa kita kerjakan, maka desa-desa akan damai. Kalau damai mikir pembangunannya gampang,” kata dia.

Ganjar menilai program desa damai ini bisa digabungkan dengan program desa inklusif yang telah berjalan di Jawa Tengah. Dengan cara itu, dia melihat masa depan pembangunan Indonesia jadi lebih cerah.


“Kalau itu bisa digabungkan nanti kita tambahi program ini. Maka nanti urusan hubungan antar manusianya beres, mereka aman, mereka seneng, mereka bahagia, mereka tentrem, mesti mbangune enak, karena gotong royongnya biasanya akan kuat sekali,” tuturnya.

Direktur Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh atau dikenal dengan Yenny Wahid, menjelaskan program desa damai ini sudah ada di 30 desa yang 18 di antaranya telah deklarasi.

Menurut Yenny, ada tiga pilar utama yang menjadi bagian dari program desa damai. “Pertama penguatan ekonomi masyarakat. Jadi ada pelatihan, mengajari masyarakat untuk mengatur cashflow. Kedua, penghormatan pelatihan untuk bagaimana kita bisa menghormati perbedaan keyakinan. Ini perlu ada mekanisme di masyarakat, misalnya pencegahan konflik, perangkat desa ngumpulkan siapa. Ketiga peran perempuan, karena ketika lebih berdaya maka mereka akan memberi untuk keluaraga dan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Acara tersebut juga dihadiri perwakilan UN Women, Dwi Yuliawati Fais. UN Women merupakan bagian dari organisasi PBB yang bergerak untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Pembacaan deklarasi desa damai dilakukan oleh tujuh perempuan mewakili warga desa. Selain itu, diresmikan pula pilar perdamaian The Water of Peace. Di kesempatan itu, Ganjar dan Yenny Wahid sempat berduet menyanyikan lagu Pancasila. Lagu yang dibawakan sebenarnya merupakan teks Pancasila. Namun dilantunkan dengan bahasa jawa dengan nada lagu religi terkenal, Tombo Ati.